Aku dan Network Marketing

Saat saya sedang memasuki semester akhir di FEUI, saya sedang bimbang untuk memilih judul skripsi dan juga mau cari data nya di mana, atau saya ambil kuliah pengganti skripsi, Tuhan menjawab kebimbangan saya.

Seorang teman, datang menawarkan sebuah bisnis, saat itu tidak di jelaskan bisnis apa, cuma dia tawarkan untuk bertemu di luar kampus. dan saya setuju, karena saat itu saya berpikir, mungkin ini cocok untuk judul skripsi saya.

Dengan semangat, saya mendatangi rumah saudara dari teman saya, yang kebetulan lebih dekat ke rumah saya dibanding saya harus datang ke rumahnya yang lebih jauh.

Singkat cerita dia menawarkan sebuah konsep bisnis Multi Level Marketing. Amway tepatnya.

Saat itu, saya lempeng aja, tidak positif dan tidak negatif, saat saya di berikan pinjaman satu kantong map materi untuk saya pelajari, saya terima tapi tidak saya buka sama sekali . Dan saya sibuk dengan kesibukan rutin saya, yaitu Keluyuran .. (secara materi kuliah sudah habis)

beberapa hari kemudian, teman saya tersebut menelpon saya dan menyakan apakah saya sudah baca dan dengarkan materi yang di pinjamkan? saya jawab sedikit tidak jujur, sudah sebagian tapi blom selesai 😀

santai teman saya, bilang, “besok ketemuan yuk di kampus salemba, di lobby MM “. dan karena saya ndak ada jadwal apa2, saya jawab “ok”

Singkat cerita saya di “Follow Up” dan di terangkan ulang dengan lebih detil dan di tawarkan untuk mencoba produknya, saya jawab ok saya coba produknya satu ya (waktu itu produknya ada 9 macam). “ok, mau pesan apa” sambungnya

“pesan ini aja” jawabku sambil nunjuk sebuah produk, “ok, mau beli leih murah ndak?” lanjutnya

“Mau lah, gimana caranya?” aku bertanya, “beli paket pemula aja bhin, selain dapat disc regular ada disc selamat datang, harganya segini” Dasar kepala isinya jurus ekonomi, tak itung sekilas kok untung, ya udah, aku jawab “ok”.

Beberapa hari berlalu, teman saya menghubungi dan bilang kalau produk sudah siap, tapi dia ndak bisa anter (blom ada gojek waktu itu). “bisa ngambil ndak bhin” “Tak ambil di mana?” “kalau nanti malam ketemu di senayan gimana bhin?” “ok”

Ndak sadar bahwa ada stategi yang sedang di mainkan, sebagai mahasiswa yang chu-x, saya datang ke sebuah gedung di senayan, dengan sandal slop, celana belel dan kaos oblong, dan … Taarrrraaaa .. pas masuk .. wuikk semua orang berpakaian rapi

“Mateng” pikir ku, cari telp umum dan aku pager temenku “aku dah di sini, kamu di mana?” ” masuk aja bhin aku di sebelah kanan pintu masuk

“ok deh” … dan masuk ternyata bayar saudara2 😀

Dan … begitu masuk, Jdarrr … sebuah pertemuan cukup besar .. dan aku celingukan nyari temanku, dan itu dia di pojok kanan.

“Nich Bhin produknya” “mumpung dah di dalam, dengerin sampai selesai ya”

“ok dech” pikirku timbang aku rugi dah terlanjur bayar, dengerin aja ngomong apa sih yang di depan.

Acara berjalan sampai selesai, dan pulang .

Celakanya, sampai rumah ndak bisa tidur .. mikirin bulet2 dan sesuatu di pojok kiri bawah sebelah kanan 9yang saat temanku sebelumnya jelaskan aku ndak seberapa merhatiin.

Singkat cerita, 12 bulan sejak hari itu, aku mencapai peringkat bergensi Stage pertama yang menjadi impian setiap yang gabung dan juga yang selalu di dengungkan saat presentasi.

SILVER PRODUSER

dengan status mahasiswa, berpenghasilan 3 kali manager saat itu, smua berubah.

Godaan pertama saat kita sukses adalah menjadi SOMBONG dan MERASA PALING JAGO.

sindrom itu saya alami dan 1 tahun kemudian semua tinggal kenangan.

Yang tersisa adalah pengalaman dan semua yang saya pelajari selama 2 tahun di bisnis itu, yang tertuang dalam skripsi ayng mengantar saya menjadi Sarjana Ekonomi dari FEUI.

Kenapa saya bisa berhasil dengan cukup cepat ?

kenapa saya jatuh dengan cukup cepat juga ?

nanti kita bahas di sesi berikutnya ya ..

Tetap sehat dan sukses selalu